PLTS

PLTS Terapung Karangkates Diproyeksikan Pasok Listrik 100 Ribu Rumah Tangga

PLTS Terapung Karangkates Diproyeksikan Pasok Listrik 100 Ribu Rumah Tangga
PLTS Terapung Karangkates Diproyeksikan Pasok Listrik 100 Ribu Rumah Tangga

JAKARTA - Pengembangan energi baru terbarukan terus menjadi fokus dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. 

Berbagai proyek pembangkit listrik berbasis energi ramah lingkungan kini mulai dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu proyek energi hijau yang tengah dipersiapkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang dibangun di kawasan Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Proyek ini diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih yang mampu memasok listrik bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

PLN Nusantara Renewables mengembangkan PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur yang memiliki kapasitas kapasitas 100 MWac (133 MWp).

Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi waduk sebagai sumber energi terbarukan. Selain memanfaatkan ruang perairan yang ada, pengembangan PLTS terapung juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dibandingkan pembangkit listrik tenaga surya konvensional di darat.

Proyek ini merupakan bagian dari optimalisasi aset waduk untuk produksi energi bersih sesuai dengan RUPTL PLN dan target swasembada energi nasional dan dikelola oleh entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Mendukung Target Energi Bersih dan Paris Agreement

Pengembangan PLTS terapung Karangkates tidak hanya bertujuan meningkatkan pasokan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Adapun proyek ini memanfaatkan area waduk secara produktif sebagai bagian dari pemenuhan target Paris Agreement dan program swasembada energi pemerintah.

Selain itu, pengembangan ini bertujuan mengoptimalkan aset waduk yang ada, menindaklanjuti penugasan dari PT PLN (Persero) kepada PT PLN Nusantara Power sejak tahun 2022.

Dengan memanfaatkan permukaan waduk sebagai lokasi pemasangan panel surya, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan infrastruktur bendungan yang telah ada sebelumnya.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan arah perusahaan pun saat ini berfokus pada pengembangan energi ramah lingkungan.

"PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien," ujar Ruly.

Proyek Memasuki Tahap Konstruksi

Setelah melalui proses perencanaan dan studi kelayakan dalam beberapa tahun terakhir, proyek PLTS Terapung Karangkates kini telah memasuki tahap konstruksi. Tahapan ini menjadi langkah penting dalam proses pembangunan pembangkit listrik tersebut.

Proyek ini telah memasuki fase konstruksi setelah melewati tahap perencanaan dan studi kelayakan pada 2021–2022, yang ditandai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026.

Sejumlah proses perizinan juga telah diselesaikan untuk memastikan kelancaran pembangunan proyek ini.

Izin KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah rampung, sementara izin PPKH, IPSDA, serta komponen LUA/RAUA ditargetkan selesai pada Maret 2026.

Selain itu, penataan Keramba Jaring Apung (KJA) juga telah tuntas pada 31 Januari 2026 sebagai bagian dari proses persiapan area waduk yang akan digunakan untuk pemasangan instalasi panel surya terapung.

Dari sisi teknis, persetujuan desain masih diproses. Untuk pengadaan, material floater kapasitas 5 MW sudah berada di lokasi, bersamaan dengan proses fabrikasi modul PV, inverter, serta floater tambahan.

Proses tersebut menunjukkan bahwa proyek ini telah memasuki tahap pembangunan yang lebih konkret dengan berbagai komponen yang mulai disiapkan di lokasi proyek.

Potensi Pasokan Listrik untuk 100 Ribu Rumah Tangga

PLTS Terapung Karangkates diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di wilayah sekitarnya. Kapasitas pembangkit yang cukup besar membuat proyek ini mampu menyuplai listrik bagi puluhan ribu rumah tangga.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, menjelaskan bahwa PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan mampu memasok listrik untuk sekitar 100.000 rumah tangga.

"Serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun", kata Ndaru.

Dengan kapasitas tersebut, pembangkit ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam menekan emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan energi berbasis fosil.

Upaya pengurangan emisi karbon ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui pengembangan energi bersih.

Dampak Ekonomi dan Potensi Pengembangan Wilayah

Selain manfaat dalam penyediaan energi listrik, proyek PLTS Terapung Karangkates juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar.

Di samping itu, Proyek PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan menyerap sekitar 600 tenaga kerja, mendorong investasi internasional, dan meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Malang.

Keberadaan proyek energi berskala besar seperti ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, baik melalui sektor tenaga kerja maupun pengembangan kegiatan ekonomi lainnya.

Pembangkit ini akan menggunakan area waduk seluas 71 hektare, atau setara dengan 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.

Dengan pemanfaatan area yang relatif kecil dibandingkan luas total waduk, proyek ini dinilai tetap menjaga fungsi utama bendungan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan ruang untuk mendukung produksi energi terbarukan.

Ke depan, PLTS Terapung Karangkates diharapkan menjadi salah satu proyek energi bersih yang berkontribusi penting dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index